Sholatan Tunjinaa Bihaa: Kunci Kebahagiaan dan Keselamatan Dunia Akhirat
Dalam lautan kehidupan yang penuh gejolak, di mana gelombang masalah datang silih berganti dan badai cobaan menerjang tanpa henti, setiap insan mendambakan sebuah jangkar yang kokoh, sebuah kompas yang menuntun ke arah keselamatan, dan sebuah pelabuhan yang tenteram. Di tengah kerinduan universal akan kebahagiaan hakiki dan keselamatan abadi, ajaran Islam menawarkan sebuah solusi yang tak ternilai harganya: Sholatan Tunjinaa Bihaa. Frasa yang indah ini, yang berarti “salawat yang dengannya Engkau menyelamatkan kami,” bukan sekadar untaian kata, melainkan sebuah esensi doa dan harapan yang mendalam.
Sholatan Tunjinaa Bihaa adalah ungkapan permohonan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala agar kita dianugerahi keselamatan, baik di dunia ini maupun di akhirat kelak, melalui jalan bersalawat kepada junjungan kita, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Memang benar, membaca salawat memiliki keutamaan yang luar biasa. Ia adalah salah satu bentuk ibadah yang paling dicintai Allah, sebagaimana firman-Nya dalam Al-Qur’an: “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bersalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bersalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan.” (QS. Al-Ahzab: 56).
Namun, Sholatan Tunjinaa Bihaa membawa makna yang lebih spesifik dan mendalam. Ia menggarisbawahi aspek penyelamatan dan pembebasan dari segala marabahaya, kesulitan, dan kesesatan. Dalam hidup ini, kita dihadapkan pada berbagai ujian. Ada ujian berupa kesempitan rezeki, penyakit yang menggrogoti tubuh, perpecahan keluarga, kegagalan dalam usaha, hingga fitnah dan godaan syaitan yang senantiasa membayangi. Di akhirat nanti, ancaman yang lebih besar menanti, yaitu siksa neraka dan kebinasaan abadi.
Di sinilah peran krusial Sholatan Tunjinaa Bihaa menjadi sangat nyata. Ketika hati kita diliputi keraguan, ketika langkah kita terasa goyah, ketika segala upaya terasa sia-sia, kita dapat berpaling kepada Allah dengan penuh harap melalui lantunan salawat yang tulus. Sholawat bukan hanya ungkapan cinta dan penghormatan kepada Rasulullah, tetapi juga sebuah bentuk tawassul (mendekatkan diri kepada Allah melalui perantaraan amal saleh) yang agung.
Banyak ulama dan auliya terdahulu yang mengamalkan Sholatan Tunjinaa Bihaa secara istiqamah. Kisah-kisah tentang terijabahnya doa, terhindarnya dari musibah, terbukanya pintu rezeki, dan terselesaikannya masalah pelik berkat amalan salawat ini sungguh menggugah. Salah satu bentuk salawat yang sering dikaitkan dengan makna “tunjinaa bihaa” adalah “Allahumma sholli ‘ala sayyidina Muhammadinil-mubtaha wal-makhluqil-awwal, wa ‘ala aalihi wa shahbihi wa sallim.” Salawat ini memohon kepada Allah agar senantiasa melimpahkan rahmat dan salam atas Nabi Muhammad sebagai insan pilihan dan makhluk pertama, beserta keluarga dan para sahabatnya.
Mengapa Sholatan Tunjinaa Bihaa memiliki kekuatan penyelamat? Pertama, karena salawat itu sendiri adalah perintah Allah dan merupakan amalan yang sangat dicintai-Nya. Ketika kita menjalankan perintah-Nya dengan ikhlas, maka pertolongan-Nya pasti akan datang. Kedua, dengan bersalawat, kita sedang mengakui kebesaran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai utusan Allah dan suri teladan terbaik. Hal ini menunjukkan kerendahan hati kita dan ketergantungan kita kepada Allah serta perantaraan Nabi-Nya. Ketiga, salawat membantu menenangkan hati dan menjauhkan diri dari pikiran-pikiran negatif, kecemasan, dan keputusasaan. Ketika hati tenang, akal pun lebih jernih dalam mencari solusi dan menghadapi masalah. Keempat, bersalawat secara rutin dapat membersihkan hati dari dosa-dosa dan kesalahan. Sebagaimana yang disebutkan dalam beberapa riwayat, setiap kali kita bersalawat, sepuluh dosa diampuni, sepuluh kebaikan ditulis, dan sepuluh derajat ditinggikan.
Oleh karena itu, mari kita jadikan amalan membaca salawat, khususnya yang mengandung makna Sholatan Tunjinaa Bihaa, sebagai bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Jadikan ia sebagai zikir pagi dan petang, sebagai bacaan sebelum tidur, sebagai penyejuk hati di tengah kesibukan, dan sebagai bekal di kala menghadapi kesulitan.
Dalam setiap lantunan Sholatan Tunjinaa Bihaa, kita menitipkan segala harapan, memohon perlindungan dari segala marabahaya, memohon kemudahan dalam setiap urusan, dan memohon keselamatan di dunia dan akhirat. Ingatlah, Allah Maha Mendengar dan Maha Pengabul doa. Dengan ketulusan hati dan keyakinan yang teguh, Sholatan Tunjinaa Bihaa akan menjadi kunci yang membuka pintu-pintu kebaikan, keselamatan, dan kebahagiaan hakiki yang diridai Allah Subhanahu wa Ta’ala. Mari kita terus bersalawat, memohon pertolongan-Nya, agar kita senantiasa berada dalam lindungan-Nya dan meraih keselamatan yang abadi.