Panduan Lengkap Cara Menulis Arab Allahumma Sholli Ala Sayyidina Muhammad
Sholawat kepada Nabi Muhammad SAW merupakan amalan yang sangat dicintai oleh Allah SWT dan memiliki keutamaan yang luar biasa. Salah satu lafaz sholawat yang paling umum dan sering diucapkan adalah “Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad”. Mengucapkan dan menuliskan lafaz ini dengan benar, termasuk penulisannya dalam aksara Arab, adalah sebuah bentuk penghormatan dan kecintaan kita kepada baginda Rasulullah.
Bagi sebagian orang, mungkin menulis aksara Arab terasa sedikit menantang, terutama jika belum terbiasa. Namun, jangan khawatir, karena artikel ini akan memandu Anda langkah demi langkah tentang cara menulis Arab Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad dengan benar. Kami akan menguraikan setiap kalimatnya, menjelaskan huruf demi huruf, dan memberikan tips agar tulisan Anda rapi dan mudah dibaca.
Memahami Lafal Sholawat “Allahumma Sholli Ala Sayyidina Muhammad”
Sebelum kita masuk ke penulisan dalam aksara Arab, mari kita pahami terlebih dahulu lafal lengkapnya dalam Bahasa Indonesia dan artinya:
- Allahumma: Ya Allah
- Sholli: Curahkanlah rahmat
- Ala: Kepada
- Sayyidina: Penghulu kami
- Muhammad: Muhammad
Jadi, arti keseluruhannya adalah: “Ya Allah, curahkanlah rahmat kepada penghulu kami, Muhammad.”
Mengenal Huruf-Huruf Arab yang Digunakan
Dalam lafaz sholawat ini, kita akan menemukan beberapa huruf Arab yang umum. Mari kita perkenalkan satu per satu:
- ا (Alif): Huruf pertama dalam abjad Arab.
- ل (Lam): Huruf yang sering bertemu dengan Alif (seperti pada “Allah”).
- ه (Ha’): Terkadang muncul sebagai huruf terakhir yang dibaca “hu” atau “hi” tergantung harakat.
- م (Mim): Huruf yang memiliki bentuk unik, terutama saat berada di tengah atau akhir kata.
- ص (Shad): Huruf yang memiliki suara “sh”.
- ر (Ra’): Huruf yang diucapkan dengan getaran lidah.
- ع (Ain): Huruf yang memiliki suara khas, diucapkan dari tenggorokan.
- س (Sin): Huruf yang memiliki suara “s”.
- ي (Ya’): Huruf yang bisa berfungsi sebagai vokal atau konsonan.
- د (Dal): Huruf yang diucapkan seperti “d” dalam Bahasa Indonesia.
- ن (Nun): Huruf yang diucapkan seperti “n” dalam Bahasa Indonesia.
Cara Menulis Arab Allahumma Sholli Ala Sayyidina Muhammad Langkah demi Langkah
Sekarang, mari kita mulai proses penulisan. Kita akan memecahnya per kata agar lebih mudah diikuti.
1. Allahumma (اللَّهُمَّ)
- اللَّهُمَّ (Allāhumma)
- Dimulai dengan ال (Al): Huruf Lam (ل) yang disambung dengan Alif (ا). Dalam penulisan “Allah”, Alif dan Lam disambung menjadi satu bentuk khusus (seperti tanduk di atas Lam).
- Dilanjutkan dengan ل (Lam): Huruf Lam yang kedua.
- Huruf ه (Ha’): Kemudian huruf Ha’.
- Tanda ّ (Syaddah): Tandanya adalah garis kecil seperti huruf ‘w’ di atas Lam kedua (ل). Ini menandakan bahwa huruf Lam tersebut diucapkan dobel.
- Harakat ُ (Dammah): Garis kecil di atas huruf Ha’ yang dibaca ‘u’.
- Harakat َ (Fathah): Garis kecil di atas huruf Mim yang dibaca ‘a’.
- Huruf م (Mim): Huruf Mim.
- Harakat َّ (Syaddah dan Fathah): Gabungan Syaddah dan Fathah di atas Mim. Ini menandakan Mim dibaca dobel dan berharakat ‘a’.
Jika Anda menulis tanpa harakat (yang umum dalam tulisan sehari-hari), maka akan terlihat seperti: اللهم.
2. Sholli (صَلِّ)
- صَلِّ (Ṣalli)
- Dimulai dengan huruf ص (Shad).
- Dilanjutkan dengan huruf ل (Lam).
- Huruf ي (Ya’): Kemudian huruf Ya’.
- Tanda ّ (Syaddah): Garis kecil di atas huruf Ya’. Ini menandakan Ya’ dibaca dobel.
Jika Anda menulis tanpa harakat, maka akan terlihat seperti: صل.
3. Ala (عَلَى)
- عَلَى (ʿAlā)
- Dimulai dengan huruf ع (Ain).
- Diikuti dengan harakat َ (Fathah) di atas Ain, dibaca ‘a’.
- Huruf ل (Lam): Kemudian huruf Lam.
- Diikuti dengan harakat َ (Fathah) di atas Lam, dibaca ‘a’.
- Huruf ى (Alif Maqshurah): Ini adalah bentuk khusus dari Alif yang posisinya seperti Ya’ tanpa titik. Ini dibaca ‘a’.
Jika Anda menulis tanpa harakat, maka akan terlihat seperti: على.
4. Sayyidina (سَيِّدِنَا)
- سَيِّدِنَا (Sayyidinā)
- Dimulai dengan huruf س (Sin).
- Diikuti dengan harakat َ (Fathah) di atas Sin, dibaca ‘sa’.
- Huruf ي (Ya’): Kemudian huruf Ya’.
- Tanda ّ (Syaddah): Garis kecil di atas Ya’. Ini menandakan Ya’ dibaca dobel.
- Harakat َ (Fathah): Garis kecil di atas Ya’ kedua, dibaca ‘a’.
- Huruf د (Dal): Kemudian huruf Dal.
- Harakat ِ (Kasrah): Garis kecil di bawah Dal, dibaca ‘i’.
- Huruf ن (Nun): Kemudian huruf Nun.
- Harakat َا (Fathah dan Alif): Harakat Fathah di atas Nun, diikuti Alif. Dibaca ‘na’.
Jika Anda menulis tanpa harakat, maka akan terlihat seperti: سيدنا.
5. Muhammad (مُحَمَّدٍ)
- مُحَمَّدٍ (Muḥammad)
- Dimulai dengan huruf م (Mim).
- Diikuti dengan harakat ُ (Dammah) di atas Mim, dibaca ‘mu’.
- Huruf ح (Ha’): Kemudian huruf Ha’.
- Diikuti dengan harakat َ (Fathah) di atas Ha’, dibaca ‘ḥa’.
- Huruf م (Mim): Kemudian huruf Mim.
- Tanda ّ (Syaddah): Garis kecil di atas Mim. Ini menandakan Mim dibaca dobel.
- Harakat َ (Fathah): Garis kecil di atas Mim kedua, dibaca ‘a’.
- Huruf د (Dal): Kemudian huruf Dal.
- Harakat ٍ (Kasratain): Dua garis kecil di bawah Dal. Ini menandakan dibaca ‘din’ (bunyi ‘n’ tanpa alif).
Jika Anda menulis tanpa harakat, maka akan terlihat seperti: محمد.
Penulisan Lengkapnya (Dengan Harakat)
Berikut adalah penulisan lengkapnya dengan harakat yang benar:
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
Penulisan Umum Tanpa Harakat
Dalam penggunaan sehari-hari, baik dalam buku maupun tulisan, seringkali harakat dihilangkan untuk kepraktisan. Maka, penulisan yang paling umum adalah:
اللهم صل على سيدنا محمد
Tips Menulis Arab Agar Rapi
- Perhatikan Bentuk Huruf: Setiap huruf Arab memiliki bentuk yang berbeda tergantung posisinya dalam kata (awal, tengah, akhir, atau berdiri sendiri). Pelajari dan latih bentuk-bentuk ini.
- Koneksi Antar Huruf: Sebagian besar huruf Arab bersambung. Perhatikan bagaimana satu huruf terhubung dengan huruf berikutnya.
- Garis Dasar (Baseline): Huruf-huruf Arab umumnya ditulis di atas garis dasar imajiner. Beberapa huruf (seperti Lam, Mim di akhir kata) memiliki ‘ekor’ yang turun di bawah garis. Usahakan agar sebagian besar tubuh huruf berada di atas garis.
- Kesejajaran dan Jarak: Usahakan agar huruf-huruf memiliki ukuran yang relatif seragam dan jarak antar huruf serta antar kata cukup proporsional agar tulisan terlihat seimbang.
- Latihan Menulis Ulang: Cara terbaik untuk mahir adalah dengan terus berlatih. Coba salin tulisan “Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad” berulang kali. Anda bisa menggunakan pensil dan kertas terlebih dahulu, atau mencoba aplikasi/software penulisan Arab.
- Perhatikan Harakat (Jika Perlu): Jika Anda ingin menulis dengan harakat, pastikan posisinya tepat di atas atau di bawah huruf yang benar. Harakat yang salah bisa mengubah makna.
- Gunakan Font Arab yang Tepat: Jika menulis di komputer atau gawai, pilih font Arab yang berkualitas baik dan jelas.
Keutamaan Mengucapkan Sholawat
Mengucapkan sholawat bukan hanya sekadar amalan tulisan, tetapi juga amalan hati yang sangat dianjurkan. Nabi Muhammad SAW bersabda, “Barangsiapa yang bersholawat kepadaku sekali, maka Allah akan bersholawat kepadanya sepuluh kali.” (HR. Muslim). Dengan menuliskan lafaz ini dengan benar, kita tidak hanya memenuhi tuntunan agama, tetapi juga semakin menumbuhkan rasa cinta dan penghormatan kita kepada junjungan alam.
Semoga panduan cara menulis Arab Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad ini bermanfaat bagi Anda. Selamat berlatih dan semoga keberkahan selalu menyertai kita.